Jagat raya/alam semesta/ cosmos
adalah sebuah ruang tempat segenap benda
langit berada, termasuk bumi tempat manusia hidup. Salah satu teori yang
menjelaskan terbentuknya Jagat Raya adalah Teori Bing-Bang
Teori-teori asal mula jagat raya
- Teori ledakan hebat. Berbagai teori tentang jagad
raya membentuk suatu bidang studi yang dikenal sebagai kosmologi. Enstein
adalah ahli kosmologi modern pertama. Tahun 1915 ia menyempurnakan teori
umumnya tentang relativitas, yang kemudian diterapkan pada pendistribusian
zat di ruang angkasa. Pada tahun 1917 ditemukan bahwa ada massa bahan yang
hampir seragam dimana keseimbangannya tak tentu antara kekuatan gaya
gravitasi dan kekuatan dorong kosmis lain yang tak kenal. Pada tahun 1922
seorang ahli fisika Rusia memecahkan soal itu dengan cara lain. Ia
mengatakan bahwa kekuatan tolak tidak berperan, bahkan jagad raya terus
meluas dan seluruh partikel bergerak saling menjauh dengan kecepatan
tinggi, sebab dengan kekuatan tarik gravitasi, perluasan tersebut dimulai
dengan sebuah “Ledakan hebat”.
- Teori keadaan tetap. Ahli astronomi Inggris Hoyle
menerangkan bahwajagad raya tidak hanya sama dalam ruang angkasa – asas
kosmologi tetapi juga tidak berubah dalam waktu – asas kosmologi yang
sempurna. Jadi asas kosmologi diperluas sedemikian rupa sehingga menjadi
sempurna dan tidak bergantung pada peristiwa sejarah tertentu. Teori
keadaan tetap berlawanan sekali dengan teori ledakan hebat. Didalam teori
ledakan hebat, ruang angkasa berkembang menjadi lebih kosong sewaktu
berbagai galaksi saling menjauh. Dalam teori keadaan tetap, harus diterima
anggapan bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara
berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan
galaksi yang menjauh. Para ahli astronomi mengatakan bahwa zat baru itu
ialah hidrogen, yaitu sumber yang menjadi asal-usul bintang dan galaksi.
Pembentukan
zat di ruang angkasa yang kososng itu diterima dengan ragu-ragu oleh para ahli,
sebab hal ini rupanya melanggar salah satu hukum fisika, yaitu hukum kekekalan
zat.
“Zat yang tidak dapat diciptakan atau dihilangkan , tetapi hanyalah dapat
diubah menjadi jenis zat lain atau menjadi energi”.
Sebaliknya, sulit pula untuk menyanggah secara langsung proses pembentukan zat
itu, karena berkesinambungan menurut teori keadaan tetap, jumlah zat sangat
lambat bertambahnya, kira-kira satu atom setiap seribu juta tahun dalam satu
volume ruang angkasa.
Kritikan teori-teori pembentukan jagat raya,
Kritikan pertama teori ledakan hebat
adalah umur jagad raya yang dihitung secara matematik. Para penganut teori
ledakan hebat berpendapat bahwa metode pendataan bintang ini masih kurang
begitu seksama dan dengan demikian mereka menganggap bahwa hal itu bukan suatu
ancaman berat bagi gagasannya.
Kritikan kedua, bahwa pernyataan tentang semua zat dimampatkan dalam suatu
massa padat sangat sulit dipahami. Ledakan dan pergerakan massa ini dapat
digambarkan dengan terbangnya proyektil yang ditembakkan dari permukaan bumi.
Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, yakni:
Terbangnya begitu cepat, sehingga mudah meleaskan gravitasi bumi dan bergerak
sangat cepat memasuki ruang angkasa.
Hampir tidak menghindar dari pengaruh bumi dan terus bergerak sangat lambat
kearah luar.
Mungkin tak pernah dapat membangkitkan kecepatan untuk bebas dari gravitasi
bumi. Proyektil melambat, lalu berhenti dan jatuhpada kecepatan yang bertambah.
Teori tidak
menyatakan bahwa sifat rata-rata berbagai galaksi yang dekat dan jauh akan
berbeda. Hal ini tidak dapat dijelaskan bahwa dengan dasar teori ledakan hebat
yang menyatakan bahwa galaksi mengalami evolusi. Dan terbatasnya kecepatan
cahaya, galaksi tersebut pada masa yang berbeda, sehingga galaksi yang sangat
jauh, sejauh ribuan tahunan cahaya, dan dalam waktu ribuan juta tahun lalu,
menyebabkan ciri-cirinya berbeda.
Pandangan manusia tentang Jagat Raya
- Pandangan Antroposentris (
Antropos = manusia, centrum/centris =pusat)
Antroposentris
adalah pandangan yang menyatakan bahwa manusia sebagai pusat segalanya di alam ini.
Anggapan ini dimulai sejak manusia primitif, waktu manusia mulai menyadari ada
Bumi dan langit, matahari, bulan, bintang, dan bumi, dianggap serupa dengan
bangsa hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri.
- Pandangan Geosentris ( geo =
bumi )
Geosentris
adalah pandangan yang menganggap bumi sebagai pusat jagat raya. Semua benda
langit mengelilingi bumi, dan semua kekuatan alam berpusat di bumi. Anggapan
ini dimulai lebih kurang abad ke-6 sebelum masehi saat para ilmuwan tertarik
kepada alam sekitarnya. Beberapa ahli pendukung anggapan geosentris antara lain
: Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander, dan Pytagoras.
- Pandangan Heliosentris ( helios
= matahari)
Heliosentris adalah pandangan yang
menyatakan bahwa pusat jagat raya adalah matahari. Ini berarti pergeseran
pandangan yang dianggap revolusioner pada waktu itu yang menggantikan kedudukan
bumi; sebagai akibat makin majunya alat peneliti dan sifat ilmuwan yang kritis.
Pelopor pandangan ini adalah Nicolaus Copernicus
Galaktosentris yaitu pandangan yang
menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah galaksi.
Pandangan ini merupakan hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
Satuan Jarak di Jagat Raya
Satuan yang digunakan dalam mengukur jarak jagat raya adalah
Satuan Astronomi (SA) atau Astronomical Unit (AU).
Satu satuan astronomi adalah satu kali jarak rata-rata bumi ke matahari ( ±
150.000.000 km).
1 SA = 15 X 10 7 km. Biasanya hanya digunakan untuk menghitung jarak
benda-benda langit yang terdapat dalam sistem tata surya
Tahun Cahaya (TC)
Satu satuan tahun cahaya ialah jarak yang ditempuh cahaya selama satu tahun.
1 TC = 3406 X 10 15 km. Dapat digunakan untuk mengukur jarak antar bintang
Paralaks Second (Parsec = Pc)
Paralaks (detik busur) adalah pergeseran sebuah benda yang sangat jauh bila
dilihat oleh pengamat yang tempatnya bergeser terhadap benda, dan bukan karena
benda tersebut bergesar. 1 Parsec = 3, 26 tahun cahaya = 206.265 SA . Metode
paralaks dapat digunakan untuk mengukur jarak sebuah bintang dari bumi.
Galaxy
Dalam ilmu astronomi galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri
dari bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya mempunyai
gaya tarik menarik (gravitasi). Matahari bersama-sama 9 buah planet yang
mengitarinya merupakan anggota dari sebuah galaksi yang diberi nama Galaksi
Bima Sakti.
Bentuk-bentuk galaksi.
Secara garis besar, menurut morfologinya, galaksi dibagi menjadi 3 tipe, yaitu:
tipe galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tak-beraturan. Pembagian tipe
ini berdasarkan bentuk / penampakan galaksi-galaksi tersebut. Galaksi-galaksi
yang diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini terdiri dari sekitar
75% galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan 5% galaksi tak beraturan. Namun ini
bukan berarti galaksi spiral adalah galaksi yang paling banyak terdapat di alam
semesta ini.
Sesungguhnya yang paling banyak terdapat di alam semesta ini adalah galaksi
elips. Jika kita mengambil volume ruang angkasa yang sama, kita akan menemukan
lebih banyak galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya saja galaksi tipe ini
banyak yang amat redup, sehingga amat sulit untuk diamati.
Galaksi
spiral merupakan tipe yang paling umum dikenal orang. Mungkin karena bentuk spiralnya yang indah
itu. Jika kita mendengar kata galaksi, biasanya yang terbayang adalah galaksi
tipe ini. Galaksi kita termasuk galaksi spiral. Bagian-bagian utama galaksi
spiral adalah halo,
bidang galaksi (termasuk lengan
spiral), dan bulge (bagian pusat galaksi yang menonjol). Anggota galaksi spiral
adalah bintang-bintang muda dan tua. Bintang-bintang tua terdapat pada
gugus-gugus bola yang tersebar menyelimuti galaksi.
Gugus bola adalah kumpulan bintang-bintang yang berjumlah puluhan sampai
ratusan ribu bintang yang lahir bersama-sama, mengumpul berbentuk bola.
Gugus-gugus bola inilah yang membentuk halo bersama sama dengan bintang-bintang
yang tidak terdapat di bidang galaksi. Bintang-bintang muda terdapat di lengan
spiral galaksi yang berada di bidang galaksi. Bintang-bintang muda ini masih
banyak diselimuti materi antar bintang, yaitu bahan yang membentuk bintang itu.
Bulge pada galaksi spiral adalah bagian yang paling padat. Pada Bima Sakti,
pusat galaksi terletak di arah Rasi Sagittarius, tetapi kita tidak dapat
mengamatinya dengan mudah, karena materi antar bintang banyak menyerap cahaya
yang berasal dari pusat galaksi itu.
Galaksi spiral berotasi dengan kecepatan yang jauh lebih besar dari galaksi
elips. Kecepatan rotasinya yang besar itulah yang menyebabkan galaksi ini
memipih dan membentuk bidang galaksi. Besar kecilnya kecepatan rotasi pada
galaksi spiral ini bergantung pada massa galaksi tersebut. Kecepatan rotasi
tiap bagian galaksi spiral sendiri tidaklah sama. Semakin ke arah pusat
galaksi, kecepatan rotasinya semakin besar. Contoh lain galaksi spiral selain
dari Bima Sakti adalah galaksi Andromeda.
Andai saja kita bisa melihat galaksi Bima Sakti dari luar, kita akan melihatnya
seperti bentuk galaksi Andromeda ini. Ukuran galaksi Andromeda ini sedikit
lebih besar dari Bima Sakti. Galaksi Andromeda bersama-sama dengan Bima Sakti
termasuk galaksi spiral raksasa. Jarak galaksi Andromeda ini sekitar 2,5 juta
tahun cahaya. Untuk mengarungi jarak sejauh itu, cahaya memerlukan waktu 2,5
juta tahun. Ini berarti cahaya yang kita terima dari galaksi ini adalah cahaya
yang dikirimnya 2,5 juta tahun yang lalu yang menggambarkan keadaan galaksi
tersebut pada waktu itu.
Jarak yang merentang antara Bima Sakti dan Andromeda sejauh 2,5 juta tahun
cahaya itu dalam ukuran astronomi masih terhitung dekat. Jarak ke
galaksi-galaksi lainnya jauh lebih fantastis. Bahkan ada yang sampai milyaran
tahun cahaya.
Sesuai
dengan namanya, penampakan galaksi ini seperti elips. Tapi bentuk yang sebe
narnya tidak kita ketahui dengan
pasti, karena kita tahu apakah arah pandang kita dari depan, samping, atau atas
dari galaksi tersebut. Yang termasuk tipe galaksi ini adalah mulai dari galaksi
yang berbentuk bundar sampai galaksi yang berbentuk bola pepat.
Struktur galaksi tipe ini tidak terlihat
dengan jelas. Galaksi elips sangat sedikit mengandung materi antar bintang ,
dan anggotanya adalah bintang-bintang tua. Contoh galaksi tipe ini adalah
galaksi M87, yaitu galaksi elips raksasa yang terdapat di Rasi Virgo.
- Tipe galaksi tak beraturan
Galaksi tak
beraturan adalah tipe galaksi yang tidak simetri dan tidak memiliki be
ntuk khusus, tidak seperti dua tipe
galaksi yang lainnya. Anggota dari galaksi tipe ini terdiri dari
bintang-bintang tua dan muda. Contoh dari galaksi tipe ini adalah Awan Magellan
Besar dan Awan Magellan Kecil, dua buah galaksi tetangga terdekat Bima Sakti,
yang hanya berjarak sekitar 180.000 tahun cahaya dari Bima Sakti. Galaksi tak
beraturan ini banyak mengandung materi antar bintang yang terdiri dari gas dan
debu-debu.
Bintang
Sebagian terbesar bintang-bintang adalah matahari. Kesemuanya itu bersinar
dengan cahaya sendiri. Beberapa bintang malah lebih besar dan lebih cemerlang
daripada matahari kita. Tetapi karena jaraknya demikian jauh bintang-bintang
itu hanya nampak sebagai bintik di langit. Didalam Bima Sakti massa terbesar
terdiri dari gas atau sebagian gas tampak di sekitar bintang-bintang. Ini
dinamakan kabut. Ada kabut lain yang terdapat di luar galaksi kita, misalnya
kabut andromeda.
Ada berbagai ukuran bintang pada jarak yang berbeda-beda. Betelgeuse, di rasi
Orion, garis tengahnya 550 kali garis tengah matahari. Karena berupa bintang
merah yang sangat besar, Betelgeuse dikelompokkan sebagai Raksasa Merah.
Antares di rasi scorpio, besarnya kira-kira 230 kali besar matahari. Suhu
bintang-bintang ini lebih rendah dari pada suhu matahari; Betelgeus suhunya
40000 C dan Antares 35000 C. Suhu permukaan matahari sekitar 60000 C. Suhu
pusatnya 150000000 C.
Jadi ukuran dan suhu bintang beraneka ragam. Bintang kerdil ialah bintang yang
tak mengerut lagi, tetapi lambat laun kehilangan bahangnya. Matahari ialah
sebuah bintang kerdil kuning. Raksasa merah dan kerdil putih adalah bintang
yang jauh lebih tua daripada matahari.
Tata surya
Tata surya (bahasa Inggris: solar system) terdiri dari sebuah bintang
yang disebut matahari dan semua objek yang yang mengelilinginya. Objek-objek
tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, planet-planet kerdil/katai, dan
satelit-satelit alami. Tata surya dipercaya terbentuk semenjak 4,6 milyar tahun
yang lalu dan merupakan hasil penggumpalan gas dan debu di angkasa yang
membentuk matahari dan kemudian planet-planet yang mengelilinginya.
Tata surya terletak di tepi galaksi Bima Sakti dengan jarak sekitar 2,6 x 1017
km dari pusat galaksi, atau sekitar 25.000 hingga 28.000 tahun cahaya dari
pusat galaksi. Tata surya mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan
kecepatan 220 km/detik, dan dibutuhkan waktu 225–250 juta tahun untuk untuk
sekali mengelilingi pusat galaksi. Dengan umur tata surya yang sekitar 4,6
milyar tahun, berarti tata surya kita telah mengelilingi pusat galaksi sebanyak
20–25 kali dari semenjak terbentuk.
Tata surya dikekalkan oleh pengaruh gaya gravitasi matahari dan sistem yang
setara tata surya, yang mempunyai garis pusat setahun kecepatan cahaya,
ditandai adanya taburan komet yang disebut awan Oort. Selain itu juga terdapat
awan Oort berbentuk piring di bagian dalam tata surya yang dikenali sebagai awan
Oort dalam.
Hipotesis tentang asal-usul tata surya
Hipotesis
nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant(1724-1804) pada tahun 1775.
Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun
1796. Oleh karena itu, hipotesis ini lebih dikenal dengan Hipotesis nebula
Kant-Laplace. Pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini
terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar
berupa hidrogen. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut itu menyusut dan
berputar dengan arah tertentu. Akibatnya, suhu kabut memanas dan akhirnya
menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut
dan perputarannya semakin cepat. Selanjutnya cincin-cincin gas dan es terlontar
ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring
dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama,
planet luar juga terbentuk.
Hipotesis
planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R.
Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa tata surya
kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.
Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean dan
Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip
dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya
matahari.
Hipotesis
bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956.
Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang
hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan
serpihan-serpihan kecil.
Sejarah penemuan
Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter
dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat
dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk
masing-masing planet.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu
membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung
mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu
menjadikan mata manusia "lebih tajam" dalam mengamati benda langit
yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang. Karena teleskop Galileo bisa
mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan
Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi
Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat
teori heliosentris, yaitu bahwa matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi,
yang digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543) sebelumnya. Susunan
heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus.
Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian
Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir
2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.
Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak
benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler
(1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727)
dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan
pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya
Pada 1781, William Hechell (1738-1782) menemukan Uranus. Perhitungan cermat
orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Neptunus
ditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan
gangguan orbit Uranus. Pluto kemudian ditemukan pada 1930. Pada saat Pluto
ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada
setelah Neptunus. Kemudian pada 1978, Charon, satelit yang mengelilingi Pluto
ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena
ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto. Para astronom kemudian menemukan
sekitar 1.000 objek kecil lain di belakang Neptunus (disebut objek
trans-Neptunus) yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar
100.000 objek serupa yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper
adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk
dalam Obyek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya
(750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta,
Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004).
Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Obyek Sabuk Kuiper ini diketahui
juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari
Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang
diberi nama oleh penemunya Xena. Selain lebih besar dari Pluto, obyek ini juga
memiliki satelit.
Jarak Planet Dengan Matahari
Daftar planet dan jarak rata-rata planet dengan matahari dalam tata surya
adalah seperti berikut:
57,9 juta kilometer
ke Merkurius
108,2 juta kilometer
ke Venus
149,6 juta kilometer
ke Bumi
227,9 juta kilometer
ke Mars
778,3 juta kilometer
ke Jupiter
1.427,0 juta kilometer
ke Saturnus
2.871,0 juta kilometer
ke Uranus
4.497,0 juta kilometer
ke Neptunus
Terdapat juga lingkaran asteroid yang kebanyakan mengelilingi matahari di
antara orbit Mars dan Jupiter.
Karena rotasinya terhadap sumbu masing-masing, garis khatulistiwa menjadi
lingkar terpanjang yang terdapat di setiap planet dan bintang.
Gambaran umum Tata Surya (digambarkan tidak sesuai skala): Matahari, Merkurius,
Venus, Bumi, Mars, Ceres, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, dan Eris.

Rasi bintang
Rasi Bintang adalah konfigurasi khusus yang di bentuk berdasarkan
garis-garis khayal di antara bintang-bintang yang berdekatan. Bentuk
konfigurasi ini berbeda-beda dan seolah memiliki ruang tiga dimensi. Himpunan
Astronomi Internasional telah menetapkan sebanyak 88 rasi bintang yang ada.
Kesemua rasi tersebut berada dalam posisi yang berbeda-beda. Bentuk rasi
bintang umumnya berdasarkan mitologi Yunani melalui simbol-simbol zodiak. Dari
88 rasi bintang yang ada, rasi bintang terluas aalah Hydra, sementara rasi
bintang yang terkecil adalah Crux.
Gbr. Rasi
bintang adalah sebagai berikut:
zodiak
Asalnya dari
domba berbulu emas yg dikirim oleh Nephele untuk menyelamatkan putra-putrinya
Phrixus & Helle yg hendak dihukum mati oleh ayahnya, King Athamas, atas
hasutan ibu tiri mereka, Ino. Domba tsb. membawa Phrixus & Helle terbang
meninggalkan Boeotia menuju ke Colchis di Caucasus. But dalam perjalanan Helle
jatuh ke laut & tenggelam ke laut yg sejak saat itu dinamai Hellespont
(Greek: pontus = sea). Sesampainya di Colchis Phrixus diterima oleh King Aetes
& dinikahkan dgn putri sulungnya. Sebagai tanda terima kasih kepada para
dewa/i yg telah melindunginya selama perjalanan, Phrixus mengorbankan domba
tsb. & memberikan bulu emasnya kepada mertokunya.
Banteng
jelmaan Jupiter saat menculik Princess Europa, putri King Agenor of Sidon &
Queen Telephassa. Princess Europa, beberapa hari sebelum diculik, bermimpi 2
org wanita, East & West, bertengkar memperebutkan dirinya, yg diakhiri dgn
kemenangan West, itu berarti doski harus ninggalin tanah kelahirannya untuk
pergi ke barat. Doski kagak mo. Akhirnya Jupiter sendiri menjelma menjadi
banteng jinak di antara ternak peliharaan bokap Princess Europa.
Princess Europa terpikat oleh banteng tsb & duduk di atas punggungnya. Tak
dinyana banteng tsb. kemudian melarikan Princess Europa menyeberangi lautan
sampe ke Crete & sejak saat itu daerah barat di sekitarnya menyandang
namanya. Sesampe di Crete Jupiter menampakkan wujud aslinya sebelon menikahi
Princess Europa dalam wujud rajawali emas. 3 putra dilahirkan dari perkawinan
mereka: Minos, Rhadamanthys, & Sarpedon.
Jupiter yg
terpikat oleh kejelitaan Queen Leda of Sparta mendatanginya dalam wujud angsa
putih, padahal Queen Leda of Sparta udah bersuamikan King Tyndareus. Dari hasil
hubungan mereka Queen Leda of Sparta melahirkan 2 butir telur. Dari 2 butir
telur tsb. menetaslah 4 bayi: Clytaemnestra, Castor, Pollux, & Helen.
Clytaemnestra & Castor adalah putri & putra dari King Tyndareus, karena
itu mereka mortal, sedangkan Pollux & Helen adalah benih dari Jupiter
karena itu mereka immortal. Setelah dewasa Castor & Pollux menjadi 2 sodara
yg saling menyayangi & tak terpisahkan. Mereka juga pendekar-pendekar yg
gagah berani, mereka ikut dalam expedition mencari bulu domba emas di Colchis
bersama para Argonauts yg laennya & membuktikan merekalah yg terbaik dalam
boxing. King Leucippus menjanjikan ke-2 putrinya untuk menjadi istri mereka
namun kemudian malah menikahkan mereka kepada putra-putra King Messenia: Idas
& Lynceus.
Akibatnya terjadi pertempuran di antara mereka. Dalam pertempuran itu Castor
tewas oleh Idas yg kemudian dibinasakan oleh petir Jupiter, sementara Pollux
menewaskan Lynceus. Pollux begitu berduka ditinggal oleh Castor sehingga
memohon kepada Jupiter mencabut his immortality agar dapat menyusul Castor ke
Hades. Jupiter yg terharu menyaksikan cinta Pollux pada sodaranya kemudian
mengangkat mereka ber2 menjadi rasi bintang Gemini di angkasa.
Kepiting
raksasa yg dikirim oleh Juno untuk membantu Hydra membunuh Hercules yg sedang
melaksanakan tugas ke-2nya dari King Eurystheus of Mycaena, yaitu memusnahkan
Hydra, monster beracun berkepala 9 (or 10???) dari rawa-rawa Lerna. Ketika
Hercules sedang bersusah payah memerangi Hydra tiba-tiba dirasakannya ada
sesutu benda tajam mencapit kakinya, ternyata seekor kepiting raksasa. Dgn
gusar dihancurkannya tubuh kepiting tsb. Juno merasa kecewa karena tujuannya
membunuh Hercules tak terlaksana namun menghargai kesetiaan kepiting tsb.
sehingga kemudian mengangkat tubuhnya ke angkasa & menjadikannya rasi
bintang Cancer.
Jelmaan dari
the Nemean Lion yg dibunuh Hercules. Juno dalam kebenciannya terhadap Hercules
membuatnya gila sehingga membunuh ke-3 putranya dari Princess Megara of Thebes.
Untuk menebus kesalahannya Hercules harus mengabdi kepada King Eurystheus of
Mycaenea serta menunaikan 12 tugas berat. Tugas I yg harus ditunaikan adalah
membunuh the Nemean Lion yg telah menerror penduduk Nemea selama
bertahun-tahun. The Nemean Lion memiliki kulit yg kebal senjata sehingga
Hercules kesulitan menghadapinya, namun akhirnya ketika sang singa lelah
Hercules berhasil mencekik lehernya sampai mati. Setelah itu dgn menggunakan
cakar sang singa sendiri Hercules menguliti sang singa & mengenakan
kulitnya sebagai busana pelindung yg membuat Hercules sulit dilukai senjata
apapun.
Jelmaan
Astrea, dewi kesucian, putri Jupiter dgn Justitia, dewi keadilan. Konon ketika
dunia belum mengenal dosa hubungan manusia dgn dewa/i sangatlah harmonis.
Mereka hidup di antara manusia di bumi. Sayang sekali hubungan ini kemudian
rusak oleh dosa sehingga dewa/i tidak lagi berkenan tinggal di antara manusia
& mereka meninggalkan bumi untuk tinggal di langit. Astrealah yg terakhir
meninggalkan bumi untuk tinggal di langit di antara bintang-bintang, menjadi
rasi bintang Virgo, sang Perawan, karena Astrea bersumpah untuk tetap tinggal
perawan sebagaimana keinginan ibunya sebelum dipersunting Jupiter. Ada juga yg
mengatakan bahwa rasi bintang Virgo adalah jelmaan dari Justitia sendiri &
bukan Astrea, karena itu dalam urutan berikutnya terdapat rasi bintang Libra yg
adalah penjelmaan dari timbangan yg dibawa oleh Justitia sebagai dewi keadilan
Orion adalah
seorg pemburu bangsa Boeotia yg tampan & perkasa. Ketika menjalin cinta dgn
Aurora, dewi fajar, Orion pernah sesumbar akan memusnahkan semua hewan buas di
muka bumi dan mempersembahkannya bagi Aurora. Apollo yg mendengar hal tsb.
kemudian mengirim seekor kalajengking raksasa untuk membunuh Orion. Aurora
memohon bantuan Diana, dewi perburuan, agar menyelamatkan Orion. Diana yg
menyayangi Orion sebagai sesama pemburu bersedia menyelamatkan Orion. Pada saat
Orion sedang dikejar-kejar oleh kalajengking raksasa tsb., Diana bersiap-siap membidikkan
panahnya untuk membunuh kalajengking tsb.. Tiba-tiba Apollo muncul &
mengaburkan pandangan Diana sehingga anak panahnya meleset, justru mengenai
Orion yg tewas seketika. Diana menjadi berduka karena tak dapat menepati
janjinya pada Aurora kemudian menempatkan Orion di angkasa sebagai rasi bintang
Orion, sedangkan kalajengking rakasasa tersebut oleh Apollo juga ditempatkan di
angkasa sebagai rasi bintang Scorpio dalam posisi sedang memburu Orion.
Cheiron
adalah a centaur, makhluk yg bertubuh bagian atas berupa manusia, namun
bertubuh bagian bawah berupa kuda, putra Saturn dari Phylira, an Oceanid. Gak
seperti centaur yg pada umumnya bersifat liar & buas, Cheiron memiliki
kebijaksanaan & kemampuan yg tinggi dalam berbagai bidang sehingga banyak
heroes yg memperoleh keahlian mereka karena didikan Cheiron, di antaranya
adalah: Jason, Hercules, & Achilles. Suatu hari Hercules mengunjungi
Cheiron di guanya. Karena suatu misunderstanding akhirnya terjadilah
pertempuran antara Hercules dgn para centaurs. Meskipun Cheiron sendiri tidak
terlibat dalm pertempuran tsb. namun salah 1 anak panah beracun Hercules
menembus tubuhnya & menimbulkan luka yg tak tersembuhkan. Celakanya Cheiron
sendiri immortal karena berayahkan an immortal sehingga penderitaannya gak
pernah akan berakhir. Akhirnya doski memohon kepada Jupiter agar mencabut his
immortality. Jupiter gak mencabut his immortality melaenkan menjadikannya rasi
bintang Sagittarius.
Saturn
merajai alam setelah menumbangkan kekuasaan ayahnya sendiri, Caelus. Dia
mengawini salah seorang saudarinya sendiri, Cybele. Dari perkawinan ini
lahirlah 5 orang anak, yaitu Vesta, Juno, Ceres, Neptune, dan Pluto. Namun
teringat akan kutukan ayahnya, Saturn menelan semua anaknya begitu mereka
dilahirkan untuk menghindari bencana bagi dirinya. Pada saat kehamilannya yg
ke-6 Cybele yang berduka oleh ulah Saturn terhadap anak-anak mereka sendiri
kemudian pergi ke lereng Gunung Dicte di Crete untuk melahirkan bayinya agar
selamat dari incaran suaminya. Sekembalinya ke istana Saturn, Cybele
berpura-pura mengerang sakit hendak melahirkan. Setelah persalinannya selesai
dia menyerahkan bungkusan bayinya kepada Saturn untuk ditelan. Tanpa memeriksa
lagi Saturn menelan bungkusan yg diberikan oleh istrinya tsb. yg ternyata
berisi sebongkah batu.
Putra keenam Saturn dan Cybele yg selamat dari kebuasan ayahnya diasuh oleh
para peri di hutan lereng Gunung Dicte, terutama Melia & Adrastea. Mereka
menamai bayi itu Jupiter. Para makhluk menyayangi dewa kecil tsb. seolah mereka
tahu bahwa kelak Jupiterlah yg akan membebaskan mereka dari cengkeraman sang
tiran Saturn. Seekor kambing betina, Amalthea, setiap hari memberikan air
susunya kepada Jupiter dgn kasih sayang seorg ibu, kelak setelah Jupiter
berkuasa Amalthea ditempatkan di angkasa di antara para bintang menjadi rasi
bintang Capricorn. Ada juga versi yg mengatakan bahwa rasi bintang Capricorn
adalah penjelmaan dari Aegipan, putra Jupiter dari Aix, seekor kambing betina,
yg berwujud kambing. Ketika monster Typhoon menyerang Olympus & memotong
urat-urat Jupiter, para dew/i melarikan diri & menjelma menjadi hewan-hewan
untuk menyelamatkan diri. Aegipan sendiri meski sudah berwujud sebagai hewan
menjelma menjadi ikan, oleh karena itu rasi bintang Capricorn kerap kali
dilukiskan sebagai kambing berekor ikan. Kemudian Mercury bersama Aegipanlah yg
berhasil mencuri urat-urat Jupiter dari Typhoon & mengembalikannya kepada
ayah mereka yg kemudian mengalahkan Typhoon. Sebagai tanda terima kasihnya
Jupiter mengabadikan putranya sebagai rasi bintang Capricorn.
Penjelmaan
Catamite alias Ganymede, putra King Tros dari Troy dgn Callirhoe. Konon
Catamite memiliki perawakan & wajah yg sangat rupawan sehingga Jupiter
jatuh hati padanya sehingga mengutus rajawali emasnya, Aquila untuk menculik
Catamite & membawanya ke Olympus saat menggembalakan ternak ayahnya di
lereng Gunung Ida untuk dijadikan pembawa cawan pribadi & kekasih Jupiter.
Sebagai gantinya Jupiter menganugerahkan kuda-kuda perkasa & pohon batu
mulia kepada King Tros Ketika Juno memperlihatkan rasa cemburu &
ketidaksukaannya kepada Catamite, Jupiter justru menjadikannya rasi bintang
Aquarius. Jupiter juga menjadikan Aquila rasi bintang & menempatkannya di
dekat rasi bintang Aquarius untuk menjaga Catamite & untuk mengenang
peristiwa penculikannya. Konon bangsa Mesir kunolah yg menamai rasi bintang ini
sedemikian sebab kemunculannya di langit menandai tibanya saat Sungai Nile
meluap membanjiri pesisirnya & membawa lumpur hitam yg menyuburkan tanah
Mesir.
Penjelmaan Venus & putranya, Cupid saat monster Typhoon menyerang
Olympus & memotong urat-urat Jupiter. Mereka ber2 menjelma menjadi sepasang
ikan & untuk menjaga agar mereka tidak sampai terpisah mereka mengikat ekor
mereka ber2 menjadi 1 saat berenang di lautan bintang di Via Galactea alias
Galaksi Bima Sakti.