Selasa, 26 November 2013

Lomba Artikel Pertamina Prabumulih


Prabumulih,  24 November 2013
Yth. PT. Pertamina  Asset  2
Jl. Jend. Sudirman No. 3 Prabumulih


Assalamualaikum. Wr.Wb,
            Melalui goresan tinta ini, izinkan saya berangan bersamamu Pertamina. Sehubungan dengan diadakannya lomba menulis surat yang bertemakan “ Harapan Saya Pada Pertamina Sebagai Perusahaan Milik Bangsa “ oleh PT. Pertamina. Saya selaku siswa SMA Negeri 2 Prabumulih sekaligus salah satu peserta dari lomba ini, memberi apresiasi yang setinggi – tingginya untuk PT. Pertamina atas segala kontribusi yang telah dihadirkan untuk bangsa ini.
            Pertamina yang saya banggakan, 10 Desember 2013 nanti usiamu genap 56 tahun. Ini berarti pengabdianmu pada negeri ini bukanlah seumur  jagung. Yah, 56 tahun menjadi motor tangguh pertumbuhan ekonomi di negeri ini memang patut diacungi jempol. Bukan hanya sebagai perusahaan milik negara yang bergerak dibidang usaha minyak dan gas bumi beserta usaha terkait lainnya baik didalam maupun diluar negeri, Pertamina juga senantiasa memberi kontribusi nyata bagi kesejateraan nusantara. Alhasil kontribusi Pertamina terlukis indah dihati masyarakat Indonesia.
Indonesia sebagai salah satu negara yang kaya akan hasil bumi didunia, menduduki peringkat ke–6 terbesar untuk negara yang kaya akan sumber daya tambang. Hal ini dibuktikan dengan potensi besar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia seperti potensi Batubara, potensi Nikel, potensi Emas, potensi Timah, potensi Tembaga, serta potensi Migas yang luar biasa. Potensi minyak dan gas bumi di Indonesia kini dikelola oleh PT. Pertamina, salah satunya PT. Pertamina yang ada di kota Prabumulih. Pengelolaan minyak dan gas bumi yang dilakoni oleh PT. Pertamina selama hampir 56 tahun ini, memang telah membawa perubahan besar bagi bangsa Indonesia terutama di kota kelahiranku yaitu kota Prabumulih. Tidak hanya terbatas pada mencari dan memproduksi minyak dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan pasokan sumber energi dalam negeri. Pertamina juga menyadari bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial untuk mengembangkan masyarakat sekitar. Bentuk kepedulian Pertamina kepada masyarakat kota Prabumulih telah direalisasikan melalui tindakan mulia diantaranya, pemberian beasiswa terhadap siswa yang berprestasi, pemberian kaca mata gratis, pemberian bibit jamur tiram, bantuan gedung serbaguna di kelurahan Gunung Kemala, hingga lomba artikel pun dihadirkan. Oh, bangganya punya Pertamina.
Tom Peters berkata “ Perusahaan yang hebat tidak percaya pada kehebatan, tetapi percaya pada perbaikan dan perubahan yang berkesinambungan ”. Kalimat inilah yang pantas dilontarkan untuk perusahaan sekelas Pertamina. Sungguh tak bisa dipungkiri jikalah Pertamina mampu menjawab mimpi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kota Prabumulih. Sederet kontribusi yang telah dihadirkan oleh PT. Pertamina, sungguh telah membantu masyarakat kota Prabumulih dan sekitarnya baik dalam bidang ekonomi maupun dalam bidang lainnya.   Namun jika kita melihat kebudayaan Indonesia yang perlahan mulai sirna ini, tentu kita sebagai anak negeri merasa sangat prihatin. Kebudayaan yang ada di kota Prabumulih misalnya, Prabumulih sebagai salah satu lumbung Migas di Indonesia ternyata memiliki segudang kesenian dan kesenian ini wajib kita lestarikan. Kotaku ini memiliki tembang nan elok seperti Seinggok Sepemunyian, Bujang Gades Prabumulih, Kute Tercinte, Cerite Lame dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu Prabumulih juga memiliki cerita kuno atau lebih dikenal dengan sebutan “ Andai-andai ” oleh masyarakat Prabumulih. Beberapa diantaranya adalah cerita Beruk dan Kura-kura, Pak Reden, Lambu Aya dan Lambu Ayu, Antu Ayek, Bujang Keritepan dan masih banyak lagi. Tentu tembang  dan “ Andai-andai ” ini memiliki makna yang menyangkut kepribadian masyarakat Prabumulih tempo dulu.
 Namun sayang seiring berkembangnya zaman, kebudayaan dan kesenian ini perlahaan mulai ditinggalkan. Layaknya pohon lapuk karena dimakan usia, kesenian tak dianggap lagi berguna. Kurangnya kepedulian dari masyarakat, tak gentar membuatnya hilang sekejap mata. Begitu memprihatinkan bukan nasib kesenian dikotaku ? . Andai saja lomba-lomba drama yang bertajuk kebudayaan kota Prabumulih sering diselenggarakan, tentu kotaku ini takkan miris akan  kesenian. Andai saja lomba bercerita itu bukan hanya menggunakan bahasa asing tapi juga bahasa daerah, tentu kotaku ini takkan lupa akan kesenian. Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika 10 tahun kedepan Prabumulih tanpa kesenian ? tentu kota Prabumulih akan terasa hambar. Tapi, coba bayangkan jika 10 tahun nanti kota Prabumulih maju terdepan karena sumber Migas terbaik di dunia yang berdampingan dengan kesenian yang baik pula. Sungguh tak terbayangkan indahnya kota Prabumulih dimasa mendatang.
Sayangnya Prabumulih harus mengubur mimpi ini dalam-dalam, karena Prabumulih belum menemukan pelopor untuk melestarikan keseniannya. Dan mimpi anak Prabumulih untuk mengetahui Indahnya kesenian yang dimiliki oleh kotanya harus ditunda, menunggu sampai waktunya tiba. Sabarlah anak Seinggok sepemunyian, sebab saya yakin setelah goresan tinta ini sampai pada sang pelopor yang kita harapkan, maka mimpi kita akan segera terwujud.
Pertamina yang akan selalu saya banggakan, besar harapan saya agar engkau dapat menjawab mimpi anak Seinggok Sepemunyian ini.  Anak Seinggok Sepemunyian begitu mengharapkanmu, PT. Pertamina.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.







Hormat Saya,


         Wulanti Sagitari







BIODATA

NAMA LENGKAP        : WULANTI SAGITARI
TMP / TGL LAHIR       : PRABUMULIH 5 FEBRUARI 1997
SEKOLAH                    : SMA NEGERI 2 PRABUMULIH
ALAMAT                       : JL.GUNUNG KEMALA NO.16
NO. HP                         : 085927343722

Tidak ada komentar:

Posting Komentar