Prabumulih, 24 November 2013
Yth.
PT. Pertamina Asset 2
Jl.
Jend. Sudirman No. 3 Prabumulih
Assalamualaikum. Wr.Wb,
Melalui
goresan tinta ini, izinkan saya berangan bersamamu Pertamina. Sehubungan dengan
diadakannya lomba menulis surat yang bertemakan “ Harapan Saya Pada Pertamina
Sebagai Perusahaan Milik Bangsa “ oleh PT. Pertamina. Saya selaku siswa SMA
Negeri 2 Prabumulih sekaligus salah satu peserta dari lomba ini, memberi apresiasi
yang setinggi – tingginya untuk PT. Pertamina atas segala kontribusi yang telah
dihadirkan untuk bangsa ini.
Pertamina yang saya banggakan, 10
Desember 2013 nanti usiamu genap 56 tahun. Ini berarti pengabdianmu pada negeri
ini bukanlah seumur jagung. Yah, 56
tahun menjadi motor tangguh pertumbuhan ekonomi di negeri ini memang patut
diacungi jempol. Bukan hanya sebagai perusahaan milik negara yang bergerak
dibidang usaha minyak dan gas bumi beserta usaha terkait lainnya baik didalam
maupun diluar negeri, Pertamina juga senantiasa memberi kontribusi nyata bagi kesejateraan
nusantara. Alhasil kontribusi Pertamina terlukis indah dihati masyarakat
Indonesia.
Indonesia
sebagai salah satu negara yang kaya akan hasil bumi didunia, menduduki
peringkat ke–6 terbesar untuk negara yang kaya akan sumber daya tambang. Hal ini
dibuktikan dengan potensi besar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia seperti
potensi Batubara, potensi Nikel, potensi Emas, potensi Timah, potensi Tembaga,
serta potensi Migas yang luar biasa. Potensi minyak dan gas bumi di Indonesia kini
dikelola oleh PT. Pertamina, salah satunya PT. Pertamina yang ada di kota
Prabumulih. Pengelolaan minyak dan gas bumi yang dilakoni oleh PT. Pertamina
selama hampir 56 tahun ini, memang telah membawa perubahan besar bagi bangsa
Indonesia terutama di kota kelahiranku yaitu kota Prabumulih. Tidak hanya
terbatas pada mencari dan memproduksi minyak dan gas bumi untuk memenuhi
kebutuhan pasokan sumber energi dalam negeri. Pertamina juga menyadari bahwa
perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial untuk mengembangkan masyarakat sekitar.
Bentuk kepedulian Pertamina kepada masyarakat kota Prabumulih telah
direalisasikan melalui tindakan mulia diantaranya, pemberian beasiswa terhadap
siswa yang berprestasi, pemberian kaca mata gratis, pemberian bibit jamur
tiram, bantuan gedung serbaguna di kelurahan Gunung Kemala, hingga lomba
artikel pun dihadirkan. Oh, bangganya punya Pertamina.
Tom Peters berkata “ Perusahaan yang hebat tidak percaya pada
kehebatan, tetapi percaya pada perbaikan dan perubahan yang berkesinambungan ”.
Kalimat inilah yang pantas dilontarkan untuk perusahaan sekelas Pertamina.
Sungguh tak bisa dipungkiri jikalah Pertamina mampu menjawab mimpi masyarakat
Indonesia khususnya masyarakat kota Prabumulih. Sederet
kontribusi yang telah dihadirkan oleh PT. Pertamina, sungguh telah membantu
masyarakat kota Prabumulih dan sekitarnya baik dalam bidang ekonomi maupun
dalam bidang lainnya. Namun jika kita melihat kebudayaan Indonesia
yang perlahan mulai sirna ini, tentu kita sebagai anak negeri merasa sangat
prihatin. Kebudayaan yang ada di kota Prabumulih misalnya, Prabumulih sebagai
salah satu lumbung Migas di Indonesia ternyata memiliki segudang kesenian dan
kesenian ini wajib kita lestarikan. Kotaku ini memiliki tembang nan elok
seperti Seinggok Sepemunyian, Bujang Gades Prabumulih, Kute Tercinte, Cerite
Lame dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu Prabumulih juga memiliki cerita
kuno atau lebih dikenal dengan sebutan “ Andai-andai ” oleh masyarakat
Prabumulih. Beberapa diantaranya adalah cerita Beruk dan Kura-kura, Pak Reden,
Lambu Aya dan Lambu Ayu, Antu Ayek, Bujang Keritepan dan masih banyak lagi.
Tentu tembang dan “ Andai-andai ” ini
memiliki makna yang menyangkut kepribadian masyarakat Prabumulih tempo dulu.
Namun sayang seiring berkembangnya zaman,
kebudayaan dan kesenian ini perlahaan mulai ditinggalkan. Layaknya pohon lapuk
karena dimakan usia, kesenian tak dianggap lagi berguna. Kurangnya kepedulian
dari masyarakat, tak gentar membuatnya hilang sekejap mata. Begitu
memprihatinkan bukan nasib kesenian dikotaku ? . Andai saja lomba-lomba drama
yang bertajuk kebudayaan kota Prabumulih sering diselenggarakan, tentu kotaku
ini takkan miris akan kesenian. Andai
saja lomba bercerita itu bukan hanya menggunakan bahasa asing tapi juga bahasa
daerah, tentu kotaku ini takkan lupa akan kesenian. Coba bayangkan apa yang
akan terjadi jika 10 tahun kedepan Prabumulih tanpa kesenian ? tentu kota
Prabumulih akan terasa hambar. Tapi, coba bayangkan jika 10 tahun nanti kota
Prabumulih maju terdepan karena sumber Migas terbaik di dunia yang berdampingan
dengan kesenian yang baik pula. Sungguh tak terbayangkan indahnya kota
Prabumulih dimasa mendatang.
Sayangnya
Prabumulih harus mengubur mimpi ini dalam-dalam, karena Prabumulih belum
menemukan pelopor untuk melestarikan keseniannya. Dan mimpi anak Prabumulih
untuk mengetahui Indahnya kesenian yang dimiliki oleh kotanya harus ditunda,
menunggu sampai waktunya tiba. Sabarlah anak Seinggok sepemunyian, sebab saya
yakin setelah goresan tinta ini sampai pada sang pelopor yang kita harapkan,
maka mimpi kita akan segera terwujud.
Pertamina
yang akan selalu saya banggakan, besar harapan saya agar engkau dapat menjawab
mimpi anak Seinggok Sepemunyian ini. Anak Seinggok Sepemunyian begitu
mengharapkanmu, PT. Pertamina.
Wassalamualaikum.
Wr. Wb.
Hormat Saya,
Wulanti Sagitari
BIODATA
NAMA LENGKAP : WULANTI SAGITARI
TMP / TGL LAHIR : PRABUMULIH 5 FEBRUARI 1997
SEKOLAH : SMA NEGERI 2 PRABUMULIH
ALAMAT : JL.GUNUNG KEMALA NO.16
NO. HP : 085927343722
Tidak ada komentar:
Posting Komentar